Back

Studium Generale Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Angkatan XXIV Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura

Pontianak, 9 Februari 2026 — Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura melaksanakan kegiatan Studium Generale untuk mahasiswa baru angkatan XXIV tahun akademik 2025/2026. Acara ini menjadi momen awal bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan pendidikan mereka dalam profesi apoteker. Acara ini diikuti oleh 40 orang mahasiswa/i profesi apoteker XXIV.

Kegiatan Studium Generale dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Amphitheater Fakultas Kedokteran UNTAN. Tema yang diusung adalah “Apoteker di Tengah Krisis Bencana: Menjadi Tangguh, Tanggap, dan Terukur”, yang bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa apoteker tentang pentingnya kesiapan menghadapi krisis dan bencana, serta peran apoteker dalam situasi tersebut.

Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, ibu Dr. Apt. Hj. Sri Wahdaningsih., M.Sc. yang dilanjutkan oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Kedokteran UNTAN, Ibu Dr. dr. Ery Hermawati, M.Sc., yang sekaligus membuka acara Studium Generale.  Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber utama. Pemateri Pertama, Apt. Gde Yulian, M.Epid., seorang apoteker yang bertugas sebagai Peneliti & Konsultan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat & Keperawatan (FK-KMK) UGM  dan memiliki pengalaman bertugas di daerah bencana  di Aceh pada tahun 2025, yang membahas tentang peran apoteker dalam situasi bencana. Pemateri kedua, dr. Alex, M.Biomed., seorang dosen dan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yang juga pernah bertugas di Aceh, memberikan perspektif tentang tantangan yang dihadapi tenaga medis, serta kolaborasi antara tenaga medis dan farmasi di daerah bencana

Dengan antusiasme yang tinggi, mahasiswa baru angkatan XXIV diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memperdalam pemahaman mereka tentang regulasi terkini, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan dalam dunia kefarmasian, khususnya dalam situasi bencana.