Back

Penyusunan Visi Misi FK UNTAN dan Persiapan Pembukaan Program Studi Spesialis PPDS

Pontianak – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tanjungpura (UNTAN) mengambil langkah akselerasi bersejarah dalam misinya untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis ahli di Kalimantan Barat. Melalui Rapat Senat Fakultas yang digelar pada Selasa (23/9), FK UNTAN memantapkan rencana pembukaan lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) strategis, dengan menggandeng empat universitas terbaik di Indonesia sebagai pembimbing.

Hasil rapat tersebut mengonfirmasi bahwa FK UNTAN sedang dalam proses persiapan intensif untuk membuka program spesialis Anestesi, Bedah, Penyakit Dalam (Interna), Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn), serta Kardiologi. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Wilayah IV Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang mendorong percepatan pemenuhan dokter spesialis di daerah. Sebagai penjamin mutu dan pembimbing, FK UNTAN tidak tanggung-tanggung dan telah menjalin kerja sama dengan raksasa pendidikan kedokteran nasional, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Hasil Rapat: Dua Agenda Utama untuk Masa Depan FK UNTAN

Rapat senat yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut memiliki dua agenda utama yang saling berkaitan: penyusunan visi misi baru fakultas dan persiapan teknis pembukaan prodi spesialis.

1. Percepatan Pembukaan Lima Prodi PPDS Prioritas

Poin paling menonjol dari rapat ini adalah pemaparan progres persiapan pembukaan PPDS. Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. dr. Ery Hermawati, M.Sc, menyampaikan bahwa kelima program studi tersebut dipilih berdasarkan analisis kebutuhan layanan kesehatan yang paling mendesak di Kalimantan Barat.

Kolaborasi dengan UGM, UI, UNDIP, dan UNS akan meliputi pendampingan dalam penyusunan kurikulum, pengembangan sumber daya manusia (dosen), penyiapan fasilitas di rumah sakit pendidikan utama (RSUD dr. Soedarso), hingga proses akreditasi. Keterlibatan empat institusi besar ini memberikan jaminan bahwa PPDS FK UNTAN akan lahir dengan standar kualitas yang setara dengan pusat-pusat pendidikan kedokteran terbaik di Indonesia.

Dekan FK UNTAN, dr. ita Armyanti, M.Pd.Ked, menyatakan bahwa rapat ini memberikan mandat penuh kepada tim kerja untuk bergerak lebih cepat.

2. Perumusan Visi dan Misi Baru 2025-2029

Sejalan dengan rencana ekspansi pendidikan, rapat senat juga membahas draf visi dan misi baru FK UNTAN untuk periode 2025-2029. Visi misi ini dirancang untuk menjadi landasan filosofis dan strategis yang akan menaungi penyelenggaraan program-program baru, termasuk PPDS.

Draf awal yang dipaparkan telah mendapatkan berbagai masukan konstruktif dari para anggota senat untuk penyempurnaan. Salah satu poin penting dalam draf tersebut adalah penekanan pada keunggulan dalam bidang penyakit tropis dan kesehatan di wilayah perbatasan, serta komitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara klinis tetapi juga berjiwa sosial dan siap mengabdi di daerah terpencil. Sebagai langkah selanjutnya, FK UNTAN akan segera melibatkan partisipasi yang lebih luas dalam penyusunan visi misi ini, FK UNTAN akan mengundang alumni, para pemangku kepentingan (stakeholders) seperti Dinas Kesehatan dan direktur rumah sakit, serta seluruh civitas academika untuk memberikan masukan. Visi dan misi ini harus mencerminkan aspirasi dan menjawab tantangan nyata di lapangan.

Langkah konkret yang dihasilkan dari rapat senat ini menandai babak baru bagi dunia kesehatan Kalimantan Barat. Dengan fondasi visi misi yang kuat dan dukungan dari empat universitas terkemuka, impian untuk memiliki pusat pendidikan dokter spesialis yang mandiri dan unggul di Pontianak kini selangkah lebih dekat menuju kenyataan.