Back

FK Untan Lantik 41 Dokter Baru pada Sumpah Dokter ke-60, Dihadiri Tokoh Lintas Generasi

PONTIANAK – Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan) kembali melahirkan tenaga medis profesional dengan menggelar prosesi Sumpah Dokter ke-60. Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi momen sakral bagi para lulusan, tetapi juga menjadi ajang reuni istimewa bagi para tokoh yang telah membesarkan nama Universitas Tanjungpura.

Sebanyak 41 dokter baru resmi diambil sumpahnya dalam prosesi tersebut. Mereka kini siap terjun ke tengah masyarakat untuk memperkuat sektor kesehatan, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.

Reuni Pimpinan Lintas Periode

Suasana haru dan bangga menyelimuti acara tersebut dengan kehadiran deretan pimpinan universitas dari masa ke masa. Rektor Untan saat ini, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb, hadir secara langsung memimpin jalannya acara.

Momen ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran dua mantan rektor yang pernah menahkodai Untan, yaitu Prof. Hj. Asniar Ismail, SE, MM (Rektor Untan periode 2003-2007) dan Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA (Rektor Untan periode 2011-2019).

Selain itu, turut hadir sosok yang memiliki peran vital dalam sejarah akademik FK Untan, Prof. dr. Wahyuning Ramelan, Sp.And. Beliau dikenal atas dedikasinya saat menjabat sebagai Kaprodi Kedokteran (2005-2010) dan Pembantu Dekan Bidang Akademik FK Untan (2010-2013). Kehadiran para tokoh lintas generasi ini menegaskan dukungan berkelanjutan terhadap kemajuan Fakultas Kedokteran Untan.

Pemerataan Tenaga Kesehatan Melalui Beasiswa Daerah

Ke-41 dokter baru yang dilantik berasal dari berbagai jalur penerimaan mahasiswa, yang mencakup jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Jalur Mandiri.

Yang menarik perhatian, Sumpah Dokter ke-60 ini juga meluluskan dokter-dokter muda yang menempuh pendidikan melalui jalur Beasiswa Pemerintah Daerah. Program ini merupakan hasil kerjasama strategis antara FK Untan dengan pemerintah kabupaten untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di daerah.

Para penerima beasiswa tersebut di antaranya berasal dari:

  • Kabupaten Bengkayang
  • Kabupaten Sintang
  • Kabupaten Kapuas Hulu

Dengan selesainya masa pendidikan mereka, para dokter dari jalur beasiswa daerah ini diharapkan segera kembali ke kabupaten masing-masing untuk mengabdi, menjawab tantangan kekurangan tenaga medis, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Barat.