Back

Perkuat Pendidikan Klinik dan IPE Internasional, FK Untan Bahas PKS Bersama RSUD dr. Soedarso dan Puskesmas Pal IX Kubu Raya

PONTIANAK, FK UNTAN – Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan) terus memperkuat komitmennya dalam memantapkan mutu pendidikan medis dan pelayanan kesehatan terpadu. Pada Selasa, 1 September 2026, FK Untan menggelar pertemuan strategis pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama RSUD dr. Soedarso dan Puskesmas Pal IX Kabupaten Kubu Raya bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung FK Untan.

Pertemuan lintas institusi ini berfokus pada penyusunan kesepakatan kerja sama di bidang kesehatan, khususnya penyiapan wahana pendidikan klinik bagi mahasiswa program profesi Dokter, Apoteker, dan Ners.

Integrasi Pendidikan Klinik dan Konsep IPE

Melalui kerja sama ini, mahasiswa dari ketiga program studi profesi di FK Untan akan mendapatkan pengalaman praktikum klinik yang lebih terstruktur dan komprehensif, baik di tingkat pelayanan kesehatan rujukan (rumah sakit) maupun pelayanan kesehatan primer (puskesmas).

Inisiasi kolaborasi ini juga menjadi bagian dari penguatan implementasi Interprofessional Education (IPE) di lingkungan FK Untan. Secara khusus, program ini terintegrasi ke dalam ajang Borneo Interprofessional Health Education Collaborative (BIHEC) 2026.

Mengenal BIHEC 2026: Mobilitas Internasional Berbasis Kesehatan Lokal

Borneo Interprofessional Health Education Collaborative (BIHEC) 2026 merupakan program mobilitas internasional berbasis IPE yang menghubungkan institusi pendidikan tinggi (kampus), rumah sakit, puskesmas, serta dinamika konteks kesehatan lokal Kalimantan Barat dengan jejaring global.

Melalui program ini, para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan tidak hanya dilatih untuk berkolaborasi secara interprofesional dalam menangani pasien, tetapi juga diperkenankan memahami lanskap serta tantangan pelayanan kesehatan khas daerah tropis dan perbatasan secara kolaboratif.

Sinergi antara FK Untan, RSUD dr. Soedarso, dan Puskesmas Pal IX Kubu Raya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan kesehatan yang unggul, berdaya saing internasional, dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kalimantan Barat.